Abstract
Kota Medan terkenal dengan banyaknya bangunan bersejarah yang tersebar di seluruh penjuru kota. Bangunan itu memiliki desain arsitektur kolonial yang megah. Karakter bangunan dan detail arsitektural yang unik menjadikan bangunan ini berbeda dari yang lain. Tapi sangat disayangkan bangunan-bangunan tersebut tidak dapat dinikmati keindahannya pada saat malam hari. Kurangnya pencahayaan buatan yang diterima oleh bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kenyamanan visual masyarakat khususnya pada saat malam hari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif untuk dapat memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti persepsi dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah. Persepsi mengenai kualitas pencahayaan bangunan sangat ditentukan oleh kesan yang keluar pada diri seseorang pada saat melihatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media gambar atau layar komputer). Memudahkan deskripsi visual pencahayaan bangunan pada malam hari, maka dilakukan pemodelan dengan software Enscape. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa kualitas visual bangunan pada malam hari dengan konsep perencanaan buatan yang baik (simulasi komputer) mampu meningkatkan karakteristik bangunan tersebut, dibandingkan dengan menggunakan pencahayaan seadanya. Kualitas visual bangunan yang baik maka akan meningkatkan berbagai aktifitas masyarakat disekitarnya dan pada akhirnya akan menjadikan bangunan bersejarah tersebut menjadi spot kawasan pada malam hari.
Cite
CITATION STYLE
Harry Wibowo. (2021). Meningkatkan Karakter Bangunan Bersejarah & Kenyamanan Visual dengan Pencahayaan Buatan Studi Kasus: Gedung London Sumatra Indonesia di Kota Medan. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(3), 377–388. https://doi.org/10.36418/jist.v2i3.110
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.