Kaitan Konsumsi Sayur Dan Minum Minuman Berkarbonasi Terhadap Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Myanmar

  • Nugroho P
  • Andriana H
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah di negara berkembang. Banyak faktor yang menyebabkan obesitas sehingga perlu untuk di intervensi dalam rangka penuurunan prevalens obesitas. Untuk menganalisis resiko kebiasaan tidak makan sayur dan konsumsi minuman-minuman berkarbonasi terhadap kejadian obesitas pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain Cross Sectional. Jumlah responden sebanyak 2.838 anak sekolah kelas 7-11 yang berusia 11-18 tahun di Myanmar. Teknik pengambilan sampel dengan Total sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Global School-Based Students Health Survey (GSHS) Myanmar tahun 2016. Penelitian menunjukan adannya hubungan yang signifikan antara resiko kebiasaan tidak makan sayur (0,025) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman-minuman berkarbonasi (0,225) dengan kejadian obesitas pada remaja. Hasil studi dapat dimanfaatkan sebagai informasi dan sumber data awal untuk penelitian selanjutnya mengenai resiko kebiasaan tidak makan sayur dan konsumsi minuman-minuman berkarbonasi pada remaja..

Cite

CITATION STYLE

APA

Nugroho, P. S., & Andriana, H. S. (2021). Kaitan Konsumsi Sayur Dan Minum Minuman Berkarbonasi Terhadap Kejadian Obesitas Pada Remaja Di Myanmar. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 186. https://doi.org/10.31602/ann.v8i2.5224

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free