Abstract
Jumlah kematian balita di dunia cukup tinggi, hampir 10 juta balita meninggal setiap tahunnya. Beberapa faktor penyebab kematian pada balita harus ditekan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, dimulai dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Sampai saat ini cakupan ASI Eksklusif dan pelaksanaan IMD masih rendah, padahal program NASI dan IMD Eksklusif telah direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF. Rendahnya cakupan ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain masalah dalam proses menyusui, faktor ekonomi dan dukungan dari lingkungan sekitar, sosial budaya, perasaan malu, pekerjaan dan pelayanan kesehatan serta kurangnya atau rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif. Menyusui secara penuh atau eksklusif direkomendasikan secara internasional oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Pemberian ASI eksklusif berarti tidak memberi bayi makanan atau minuman lain, termasuk air; selain ASI (obat-obatan dan vitamin dan mineral tetes diizinkan). Teknik pelatihan yang dilaksanakan dilakukan pada kader posyandu di wilayah Puskesmas kahuripan sebanyak 20 orang. Terjadi peningkatan pengetahun setelah diberikan pelatihan
Cite
CITATION STYLE
Herawati, Y. (2022). PELATIHAN TEKNIK MEYUSUI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA BAGI KADER POSYANDU. Jurnal Abdi Masada, 3(1), 21–25. https://doi.org/10.38037/am.v3i1.46
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.