Model Transportasi Multimoda Distribusi Garam: Studi Kasus Pulau Madura

  • Nur H
  • Achmadi T
  • Fahmi A
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor garam, meskipun sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Pola distribusi garam saat ini perlu ditinjau ulang, karena pada kenyataannya produksi dari petani garam cukup melimpah tetapi belum dapat terserap sepenuhnya oleh perusahaan produsen pengolahan garam. Selain itu terjadi disparitas harga garam yang cukup tinggi antara daerah produsen dan daerah konsumen. Oleh sebab itu pada penelitian ini dilakukan analisis pada dua kondisi yaitu dari hulu sampai hilir. Dimana wilayah hulu adalah dari daerah produsen garam di Madura, yakni dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, danSumenep ke Pabrik Pengolahan Garam (PPG). Sedangkan wilayah hilir adalah dari Pabrik Pengolahan Garam (PPG) ke wilayah konsumen yang berasa di Jakarta dan Denpasar. Dengan menggunakan pola distribusi dan angkutan garam terpilih, didapatkan penurunan biaya pengiriman per tahun untuk masing–masing PPG apabila dibandingkan kondisi saat ini. Dari PPG Gresik penurunan biaya sebesar 26,57% atau sebesar 7,9 Milyar setiap tahun, dari PPG Surabaya penurunan sebesar 24,33% atau sebesar 7,8 Milyar per tahun dan dari PPG Sidoarjo penurunan sebesar 17,20% atau sebesar 10,2 Milyar per tahun. Dengan demikian harga garam di Jakarta dapat turun sebesar 12% dan di Denpasar dapat turun sebesar 8%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nur, H. I., Achmadi, T., & Fahmi, A. (2017). Model Transportasi Multimoda Distribusi Garam: Studi Kasus Pulau Madura. JURNAL APLIKASI PELAYARAN DAN KEPELABUHANAN, 8(1), 69–77. https://doi.org/10.30649/japk.v8i1.57

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free