Abstract
Kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob) merupakan tumbuhan dari famili asteraceae yang secara tradisional digunakan sebagai penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka dari fraksi n-heksana, etil asetat, dan n-buthanol dari ekstrak etanol kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob). Penelitian ini dilakukan menggunakan post test control group design secara in vivo menggunakan hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi luka sayat dengan panjang luka 3 cm dan kedalaman 2 mm, sediaan uji diaplikasikan 2 kali sehari pada pagi dan sore selama 10 hari sebanyak 0,5 g tiap perlakuan. Efek penyembuhan luka dinilai dari parameter persentase penyembuhan luka dan histopatologi kulit tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi uji menunjukkan efek penyembuhan luka. Fraksi etil asetat menunjukkan efek penyembuhan luka sayat yang paling baik jika dibandingkan dengan control positif dan dua fraksi lainnya dengan persentase penyembuhan luka 75 %, dan memperlihatkan hasil pengamatan histopatologi kulit tikus dengan jumlah kolagen dan ketebalan sel epitel lang lebih baik. Oleh karena itu, Fraksi etil asetat memiliki potensi dikembangkan menjadi sediaan topical dalam penyembuhan luka.
Cite
CITATION STYLE
Efendi, M. R., Elisma, E., & Zahira, N. (2023). Evaluasi aktivitas penyembuhan luka fraksi ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata (L.) R.M. King & H. Rob) pada luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 91–98. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.394
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.