TRADISI NGANTEURAN DI MAUK- TANGERANG

  • Rohmah N
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tradisi nganteuran merupakan sebuah kebiasaan masyarakat mengantarkan makanan ke rumah sanak saudara atau tokoh masyarakat, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi. Lambat laun tradisi ini semakin pudar di tengah masyarakat, masyarakat mulai meninggalkan tradisi nganteuran. untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, penelitian ini menggunakan metode sejarah. Adapun tahapan dalam metode sejarah: heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi (penulisan). Proses mencari dan mengumpulkan sumber memerlukan wawancara, observasi lapangan, juga dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, bahwa tradisi nganteuran (antaran) berawal dari masuknya pemahaman tentang Islam dan tradisi ini merupakan implementasi nilai-nilai Islam, yakni nilai silaturahmi. Kemudian dalam perjalanannya ada perubahan, yaitu dalam waktu pelaksanaan tradisi, hal tersebut terjadi dengan adanya masuknya pemahaman Islam tentang syariat yang lebih beraneka ragam serta masuknya industri di wilayah Tangerang. Selain itu semakin pudarnya tradisi ini, karena sibuknya masyarakat dalam bekerja dan kurang memahami esensi tradisi nganteuran.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rohmah, N. (2022). TRADISI NGANTEURAN DI MAUK- TANGERANG. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 26(2), 89–96. https://doi.org/10.37108/tabuah.v26i2.768

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free