GAGAL SPINAL PADA PASIEN OPERASI AMPUTASI TRANSFEMORAL DENGAN DEBRIDEMEN DAN PENATALAKSANAANNYA

  • Maryani N
  • Artika I
  • Sudadi
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Seorang laki-laki usia 65 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas 12 jam yang lalu dengan crush injury di regio femur dan cruris dekstra, akan dilakukan tindakan transfemoral amputation dan debridement oleh TSOrthopedi. Pasien telah dipuasakan 8 jam. Pasien dengan Hb 8,4 telah masuk komponen darah 2 PRC dan hemodinamik stabil. Pasien dimonitor di ruang HCU (High Care Unit). Vital Sign, pre operasi, T: 110/55, N:110x/m, RR: 22x/m, SpO2: 97%. Akan dilakukan teknik regional anestesia blok spinal. Preloading cairan RL 500 ml, Analgetik: Fentanyl 25 mcq intravena, pasien posisi sitting position, dilakukan spinal anestesia di L4-L5, LCS (+), darah (-), obat Bupivacaine 0,5% hiperbarik 15 mg + fentanyl 25 mcq, dilakukan aspirasi, barbotage sampai dengan 4 cc. kemudian pasien diposisikan supine. Dilakukan pin prick, blok sensorik (-), blok motorik (-), dievaluasi ulang 10 menit, hanya muncul kesemutan. Blok dinyatakan gagal dilakukan konversi ke anestesi umum LMA. Durasi operasi 2 jam, pasien post operatif di ruang HCU.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maryani, N., Artika, I. G. N. R., & Sudadi. (2023). GAGAL SPINAL PADA PASIEN OPERASI AMPUTASI TRANSFEMORAL DENGAN DEBRIDEMEN DAN PENATALAKSANAANNYA. Jurnal Komplikasi Anestesi, 5(1), 43–52. https://doi.org/10.22146/jka.v5i1.7321

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free