Abstract
Desa Iker-iker Geger adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yang kerap mengalami banjir musiman akibat limpasan air hujan yang tidak mampu diserap optimal oleh tanah, terutama saat curah hujan tinggi di musim penghujan. Topografi datar, jenis tanah lempung, serta sistem drainase yang kurang optimal memperparah kondisi tersebut. Selain itu, pengelolaan sampah organik rumah tangga di desa ini masih terbatas, dengan sebagian besar limbah dibakar atau dibuang ke saluran air, yang berkontribusi pada penyumbatan drainase dan pencemaran lingkungan. Permasalahan ini memerlukan pendekatan sederhana namun berdampak nyata, salah satunya melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi volume limpasan permukaan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat Desa Iker-Iker Geger dalam pembuatan dan pemanfaatan biopori sebagai solusi lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa, dengan pendekatan partisipatif yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong kemandirian desa dalam mengatasi permasalahan genangan dan sampah organik. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan kearifan lokal
Cite
CITATION STYLE
Akhmad, A. S., Ikhtisholiyah, I., Suprihatin, H., Sa’idah, N., & Mantovani, M. D. E. (2025). Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 32–56. https://doi.org/10.35309/dharma.v6i1.513
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.