Abstract
Perempuan memiliki peran strategis dalam sektor pertanian pedesaan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi pertanian dan minimnya literasi digital menjadi kendala utama dalam pengembangan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan KWT Jirak Serumpun di Kelurahan Mata Air melalui integrasi sistem akuaponik dan digitalisasi pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat, pada bulan Juli hingga September 2024, yang melibatkan 20 anggota KWT. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan teknis budidaya akuaponik, pelatihan pemasaran digital menggunakan platform media sosial, serta pelatihan pembukuan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu merakit dan mengelola sistem akuaponik secara mandiri, satu akun media sosial berhasil diaktifkan sebagai sarana promosi, dan pencatatan keuangan kelompok mulai dilakukan secara digital. Selain itu, penerapan sistem akuaponik menghasilkan peningkatan produksi sayuran sebesar 35%, serta terjadi peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 22% dalam tiga bulan pasca pelatihan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi pemasaran, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di tingkat komunitas. Model pemberdayaan berbasis teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran terbukti efektif sebagai strategi pengembangan pertanian berkelanjutan yang responsif terhadap peran perempuan. Bagi mitra KWT Jirak Serumpun, disarankan untuk terus mengelola akun media sosial sebagai saluran pemasaran utama, serta melakukan pelatihan internal dan rotasi peran agar kapasitas anggota merata dan berkelanjutan.Women play a strategic role in the agricultural sector, particularly in supporting food security and household economies. However, limited access to agricultural technologies and low levels of digital literacy remain significant barriers to the capacity development of Women Farmer Groups (KWT). This community engagement programme aimed to empower the Jirak Serumpun Women Farmer Group in Mata Air Sub-district through the integration of aquaponic systems and digital marketing. The activities were conducted from July to September 2024 in Mata Air, South Padang District, Padang City, West Sumatra, involving 20 group members. The programme consisted of technical training in aquaponics cultivation, digital marketing workshops using social media platforms, and basic bookkeeping training using Microsoft Excel. The outcomes revealed that 85% of participants were able to independently assemble and manage aquaponic systems; a dedicated social media account was successfully activated for promotional purposes; and the group began implementing digital financial records. Moreover, the adoption of aquaponics led to a 35% increase in vegetable production and a 22% rise in average income within three months after training. This initiative not only enhanced production capacity and marketing efficiency but also reinforced women's economic autonomy at the community level. The empowerment model, based on appropriate technology and digital marketing, proved effective as a sustainable agricultural development strategy that is responsive to women's roles.
Cite
CITATION STYLE
Awalina, R., Masnarivan, Y., & Syukri, D. (2025). PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PERTANIAN URBAN MELALUI AKUAPONIK DAN DIGITALISASI PEMASARAN DI KOTA PADANG. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 8(2), 191–197. https://doi.org/10.25077/jhi.v8i2.856
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.