Abstract
Disregulasi dari metabolisme lipoprotein merupakan inti dari perkembangan aterosklerosis. Suatu studi epidemi prospektif secara konsisten menunjukkan bahwa kenaikan dari Low Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-C) dihubungkan dengan peningkatan risiko dari penyakit kardiovaskular, namun hal tersebut mungkin secara terpisah menyebabkan dislipidemia aterogenik, jika bergabung dengan hipertensi, obesitas sentral dan resistensi insulin, yang secara bersamaan dikenal sebagai sindroma metabolik. Dislipidemia aterogenik ditandai dengan tingginya trigliserid (TG) plasma, rendahnya High Density Lipoprotein Cholesterol (HDL-C) dan tingginya konsentrasi apolipoprotein (apo)-B yang berisi lipoprotein, khususnya peningkatan small dense LDL.Hipertrigliserid (HTG) adalah peningkatan kadar trigliserid (TG) puasa di atas normal (> 150 mg/dl). Pada 2010 di Amerika Serikat ada 74,6 juta penduduk mempunyai peningkatan kadar trigliserid, 36,4 juta diantara mereka memiliki kadar triglsierid yang tinggi (200-499 mg/dl), dengan meningkatnya prevalensi ini secara paralel juga terjadi peningkatan yang tajam terhadap kejadian obesitas.1
Cite
CITATION STYLE
Sargowo, D. (2016). Dyslipidemia Aterogenic, antara fakta dan harapan yang akan datang. Indonesian Journal of Cardiology, 127–9. https://doi.org/10.30701/ijc.v36i3.474
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.