Abstract
Kurangnya kepedulian dalam melakukan tindakan pencegahan merupakan penyebab utama meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus Covid-19 baik masyarakat maupun tenaga medis. Banyak diantara masyarakat yang tidak menerapkan kepatuhan dalam menggunakan masker saat di luar rumah dan kurang menjaga kebersihan diri serta lingkungan tempat tinggalnya. Sebagian besar alasan yang diberikan adalah karena terbatasnya jumlah masker yang beredar, mahalnya harga masker dan cairan pembersih yang mengandung antiseptik, masker kain yang beredar tidak standar. Puskesmas Biaro merupakan salah satu Puskesmas rujukan bagi pasien terinfeksi Covid-19. Sehingga lingkungan ini sangat rentan menjadi tempat penularan virus. Namun pada kenyataannya, masih banyak pengunjungnya yang tidak menggunakan masker dengan benar, tidak pernah membersihkan rumahnya maupun benda-benda yang rawan menjadi tempat menempatinya virus untuk dibersihkan menggunakan cairan disinfektan. Tujuan dari kegiatan edukasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama pengunjung puskesmas untuk dapat membuat masker dan cairan disinfektan sendiri di rumah sebagai langkah memutuskan mata rantai penularan virus Covid 19. Metode kegiatan dengan melakukan penyuluhan secara langsung. Berdasarkan hasil pretest dan post-test didapatkan adanya perbedaan pengetahuan signifikan (p-value = 0,002) antara pengetahuan peserta sebelum dengan sesudah diberikan edukasi. Serta setelah diberikan penyuluhan dan dilakukan pemantauan, didapatkan 5 dari 7 peserta yang di pantau telah menerapkan hasil edukasi dalam kehidupan sehari-harinya. Kesimpulan, kegiatan edukasi ini sangat bermanfaat, memberikan solusi yang mudah serta murah, dan mampu dilakukan langsung oleh peserta.The main cause of the increasing number of Covid 19 virus case, both the public and medical personnel, is a lack of concern in taking preventive action. Many people do not use masks when they are outside and not maintain personal hygiene and proper living environment. Most of their reasons were limited of masks, the high price of masks and antiseptics cleaning fluids, and the cloth masks on market were not standard. Puskesmas Biaro is one of the referral health center for Covid 19 patients. So that, this place is very vulnerable to being a place of virus transmission. But in fact, there are many visitors who don't use masks properly, never use the antiseptic to cleaned their houses or any objects that were good at attaching virus. The purpose of this activity was to increase community knowledge, especially for health care visitors to be able to make their own masks and disinfectant at home as a step to break the transmission chain of the Covid 19 virus. The education method was direct counseling. Based on the results of the pretest and post-test, there was a significant difference between the level of participants' knowledge before and after education. Then, based on participants monitoring were found 5 from 7 participants had applied the results of education in their daily lives. In conclusion, this educational activity was very useful, provided the easy and inexpensive solutions, and could be done directly by the participants in their home.
Cite
CITATION STYLE
Fitriyani, F., Putri, N. W., Rahmah, S. P., Narkotopa, S., Aprillia, E., & Putri, U. W. (2021). EDUKASI PENCEGAHAN VIRUS COVID 19 MELALUI PEMBUATAN MASKER DAN DISINFEKTAN BAGI PENGUNJUNG PUSKESMAS BIARO DI KECAMATAN IV ANGKEK KABUPATEN AGAM. BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN, 4(2), 78–86. https://doi.org/10.25077/bina.v4i2.286
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.