Abstract
Desa Sridadi di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, termasuk salah satu desa berpredikat miskin meskipun memiliki potensi kopi rakyat yang besar dengan luas perkebunan mencapai 118,47 Ha. Permasalahan utama yang dihadapi kelompok tani Berkah Abadi dan unit usaha kopi Sirampog Estate adalah keterbatasan sarana produksi, sehingga pengolahan hasil kopi belum optimal dan nilai tambah bagi petani masih rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Pemberdayaan Desa (PDB) dari Universitas Peradaban dan Unsoed melalui pendanaan DRTPM tahun kedua (2025) melaksanakan program pengabdian berupa pelatihan, lokakarya, serta hibah teknologi tepat guna, antara lain mesin roasting berkapasitas 5 kg/batch, grinder sistem kontinyu 50 kg/batch, alat ukur kadar air, dan timbangan digital. Implementasi teknologi ini meningkatkan kapasitas produksi 5–10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dampaknya, kualitas produk kopi lebih terstandar, daya saing meningkat, dan kelompok usaha dapat memperluas jaringan pemasaran. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat keberlanjutan usaha dan membuka peluang kemandirian ekonomi desa berbasis komoditas kopi.
Cite
CITATION STYLE
Sutarmin, S., Umroh, S. B., Nur, I. A., Rastuti, U., Setiani, M. A., & Ramadhan, M. H. (2025). Pemberdayaan Desa melalui Inovasi Primer dan Sekunder Produk Kopi Arabika untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Sridadi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(6), 2889–2898. https://doi.org/10.54082/jamsi.2214
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.