Melacak Siapa Orang Pertama yang Memiliki Ide Memberi Tanda Baca pada Mushaf Al-Qur'an

  • Zen M
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas mengenai peran para tokoh muslim sebagai peletak dasar pertama tanda baca Mushaf Al-Qur’an. Adanya ide ini lahir karena pada abad 6-7 Masehi banyak orang non Arab yang masuk Islam pada mulanya tidak mengetahui bahasa Arab kesulitan dalam membaca al-Qur’an. Karena tidak ada tanda baca dan harakat apapun di dalamnya, sehingga terjadi banyak kekeliruan dalam membaca al-Quran. Untuk mengatasi hal tersebut, maka mulailah beberapa tokoh muslim berinisiatif membuat tanda baca bagi Mushaf Al-Qur’an.Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data dari berbagai buku dan kitab-kitab sebagai referensi. Simpulan yang diperoleh dari penelitian bahwa orang pertama yang memberikan tanda titik untuk membedakan harakat (Nuqath al-I’rob) adalah Abu Aswad ad-Duali. Yahya bin Ya’mur bin Nashr bin Ashim menjadi penggagas adanya titik pembeda antar huruf (Nuqath al-I’jam). Sedangkan Khalil bin Ahmad al-Farahidi menjadi tokoh pertama yang memberikan harakat (Syakal).

Cite

CITATION STYLE

APA

Zen, M. (2023). Melacak Siapa Orang Pertama yang Memiliki Ide Memberi Tanda Baca pada Mushaf Al-Qur’an. Hikami : Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir, 4(1), 73–82. https://doi.org/10.59622/jiat.v4i1.82

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free