Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi guru dalam literasi digital dan etika siber di MTs AL-FALAH Pesanggrahan, Situbondo, serta merumuskan model pelatihan yang relevan dan kontekstual. Dalam konteks transformasi pendidikan digital, guru madrasah dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami implikasi etis dari penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72% guru memiliki literasi digital teknis yang tinggi, namun hanya 48% yang menunjukkan kesadaran etika siber yang memadai. Analisis korelasi mengungkap bahwa guru yang pernah mengikuti pelatihan literasi digital memiliki tingkat kesadaran etika yang lebih tinggi. Temuan ini memperkuat pandangan Yaqin (2025) bahwa integritas digital harus ditanamkan melalui pendekatan pedagogis yang eksplisit dan sistematis. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pelatihan interdisipliner yang menggabungkan teknologi informasi, pedagogi, dan etika Islam sebagai strategi peningkatan kompetensi guru madrasah di era digital.
Cite
CITATION STYLE
Saiful Bahri. (2025). Pengembangan Kompetensi Guru dalam Literasi Digital dan Etika Siber: Studi Interdisipliner Antara Pendidikan dan Teknologi Informasi. EduFalah Journal, 2(1), 180–200. https://doi.org/10.71259/xe12zr97
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.