Abstract
Dalam peningkatan kualitas dan produksi hasil pertanian, petani menggunakan pestisida sebagai bahan kimia yang berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan hama, penyakit, dan gulma. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan salah satunya gangguan fungsi hati atau hepar karena pestisida akan terakumulasi di dalam hati dan tidak dapat diuraikan maupun diekskresikan. Hal tersebut akan memicu peningkatan jumlah radikal bebas dan mengakibatkan kerusakan sel hepatosit, serta meningkatkan kadar SGPT. SGPT merupakan enzim yang normalnya berada pada sel-sel hati, akan tetapi apabila terjadi gangguan pada sel hati, maka enzim tersebut lepas ke dalam aliran darah sehungga kadarnya akan meningkat dan sebagai indikator adanya gangguan fungsi hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masa kerja petani pengguna pestisida terhadap kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase). Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode fotometrik dengan Bio System BA 200 dengan jumlah sampel sebanyak 20 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 20 sampel petani pengguna pestisida memiliki kadar SGPT masih dalam batas normal sesuai dengan nilai rujukan kadar SGPT (Laki-laki= 42 U /L, Wanita= 32 U /L). Sedangkan hasil uji statistik SPSS 23 dengan uji regresi linier diperoleh nilai signifikan p (0.237) > α > (0.05) pada masa kerja, maka tidak ada perbedaan kadar SGPT. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara masa kerja petani pengguna pestisida terhadap kadar SGPT.
Cite
CITATION STYLE
Muawanah, M., Qadri Rasyid, N., & Nurhikmah, N. (2025). Pengaruh Masa Kerja Petani Pengguna Pestisida Terhadap Kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase). MEDIKA TRADA, 6(2), 134–139. https://doi.org/10.59485/jtemp.v6i2.158
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.