Komunikasi dalam Keluarga: Upaya Strategis Mencegah Kekerasan pada Anak

  • Juniawati J
N/ACitations
Citations of this article
140Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tumbuhkembang anak baik fisik maupun fsikis adalah yang utama. Bangunan kepercayaan anak dalam menerima kasih sayang orangtua sepanjang pengasuhan membutuhkan hubungan interaksi yang kontinyu. Sepanjang perjalanan anak menuju dewasa tak jarang menimbulkan problem tersendiri bagi anak. Hubungan yang tidak harmonis, pemaksaan kehendak dan orangtua berposisi sebagai pemilik anak, sejatinya telah menjerumuskan anak sebagai korban dari perilaku orangtua. Sehingga tak jarang menimbulkan kekerberasan pada anak dalam berbagai bentuk yang terus saja menjadi trending topik di masyarakat. Kekerasan pada anak telah berakibat fatal pada perkembangannya dalam keluarga maupun lingkungan hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya kasus kekerasan maupun kejahatan pada anak. Memupuk komunikasi sejak dini menjadi salah satu pra syarat yang dibutuhkan dalam membangun hubungan orangtua dan anak. Dalam Islam komunikasi ini dikenal mulai sejak dari dalam kandungan. Berbagai manfaat positif ditimbulkan dari hubungan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Hal ini menjadi langkah terdekat bagi orangtua dan keluarga dalam mencegah meningkatnya kekerasan pada anak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Juniawati, J. (2015). Komunikasi dalam Keluarga: Upaya Strategis Mencegah Kekerasan pada Anak. Raheema, 2(1). https://doi.org/10.24260/raheema.v2i1.167

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free