ANALYSIS AND RISKS FAST TRACK AND CRASH PROGRAM METHOD ON BUILDING PROJECT

  • Khiyana A
  • Sundari T
  • Yulianto T
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Project delay is a major issue in execution, often causing cost overruns if not addressed. Acceleration helps meet targets and increase profits. Research on fast track and crash programme methods is extensive, but mainly focuses on case studies rather than risks or work quality. Building X’s construction project faced a 3rd-week delay, extending from 23 weeks (December 2022) to 25 weeks (January 2023). This study aims to determine the most time- and cost-efficient acceleration method using primary (questionnaire) and secondary data (S-curve, unit price analysis, budget plan, and project reports). Applying fast track and crash programme methods along with risk frequency analysis, the study identifies the fast-track method as optimal, reducing project time to 22 weeks with 12% efficiency and Rp. 759,698,484.61 in cost savings. However, a potential risk is concrete cracks due to acceleration. This research complements previous studies by integrating risk analysis and quality assessment in fast-track acceleration.Keterlambatan proyek adalah salah satu masalah utama dalam pelaksanaan proyek. Keterlambatan dapat menyebabkan pembengkakan biaya jika tidak segera dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi keterlambatan proyek adalah dengan melakukan percepatan. Percepatan dapat digunakan untuk memenuhi target tertentu dan mendapatkan keuntungan yang lebih. Proyek pembangunan gedung X mengalami keterlambatan pada minggu ke-3 pelaksanaan. Proyek ditargetkan selesai dalam waktu 23 minggu (Desember 2022) namun mengalami keterlambatan selama 2 minggu (Januari 2023). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode percepatan yang optimal dari segi waktu dan biaya. Data yang digunakan adalah data primer (kuesioner) dan sekunder (kurva-s, analisa harga satuan, rencana anggaran biaya, dan laporan mingguan proyek). Penelitian ini menggunakan percepatan metode fast track dan crash program serta metode analisis ranking untuk menganalisa risiko yang ditimbulkan dari penerapan metode percepatan yang optimal. Hal baru dalam penelitian ini yang belum ditemukan pada penelitian sebelumnya adalah risiko penerapan metode fast track pada proyek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode fast track merupakan metode percepatan yang optimal dengan waktu pelaksanaan selama 22 minggu. Dari penghematan waktu tersebut diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 759.698.484,61. Namun, penerapan metode ini memiliki resiko yang mungkin terjadi yaitu retak pada beton.

Cite

CITATION STYLE

APA

Khiyana, A., Sundari, T., Yulianto, T., Nugroho, M. W., & Agung, A. I. (2025). ANALYSIS AND RISKS FAST TRACK AND CRASH PROGRAM METHOD ON BUILDING PROJECT. Jurnal PenSil, 14(1). https://doi.org/10.21009/jpensil.v14i1.50234

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free