Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Frekuensi Makan Terhadap Obesitas

  • Nugroho P
  • Hikmah A
N/ACitations
Citations of this article
524Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Permasalahan obesitas di Samarinda perlu menjadi perhatian oleh pemerintah maupun pihak terkait khususnya di Kecamatan Harapan Baru, sebesar 6.3% remaja dengan status obesitas didapatkan melalui penjaringan ke sekolah SMP dan SMA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi makanan junk food dan frekuensi makan terhadap kasus obesitas pada remaja di SMPN 18 Samarinda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa SMPN 18 Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden, yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen penelitian ini adalah kebiasaan konsumsi makanan junk food dan frekuensi makan sedangkan variabel dependen adalah obesitas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner google form, kemudian mengkonversikan data hasil kuesioner ke dalam standar (nilai z-score) menggunakan aplikasi WHO Anthro Plus, lalu data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan junk food (p<0.001) dan frekuensi makan (p<0.001) dengan kejadian obesitas pada remaja di SMPN 18 Samarinda. Siswa diharapkan dapat mengurangi makanan junk food dan mengupayakan tidak makan dengan frekuensi berlebih untuk mengurangi risiko obesitas pada remaja.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nugroho, P. S., & Hikmah, A. U. R. (2020). Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Frekuensi Makan Terhadap Obesitas. JURNAL DUNIA KESMAS, 9(2), 185–191. https://doi.org/10.33024/jdk.v9i2.3004

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free