SIKLUS HIDUP GULMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI SITE-SPECIFIC

  • Syahmahendra B
N/ACitations
Citations of this article
26Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Gulma adalah tumbuhan liar yang dapat hidup di segala tempat termasuk buatan manusia. Tanah, tanaman budidaya, tembok beton, hingga trotoar. Meskipun eksistensinya dianggap merugikan, di satu sisi gulma memiliki daya hidup yang menginspirasi penulis dalam kehidupan personal hinngga divisualisasikan dalam karya seni rupa. Untuk mencapai tujuan dari penelitian artistik ini, metode penciptaan menggunakan pendekatan Practice Based Research. Pemilihan gulma yang memiliki sifat adaptif mengarahkan penulis untuk mengeksplorasi tema dengan pendekatan abstrak ekspresionis yang kemudian diterapkan dengan site specific art secara konseptual untuk mendukung gagasan dari siklus hidup tumbuhan gulma. Kemudian didukung dengan lima proses kreatif dari pemikiran David Campbell yaitu, persiapan, konsentrasi, inkubasi, iluminasi, dan yang lima adalah verifikasi. Sehingga setelah proses penelitian artistik terlaksana menghasilkan tiga buah karya site work dengan judul “Self Growth”, “Under Pressure”, dan “Hope” yang menghasilkan efek draperi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Syahmahendra, B. U. (2024). SIKLUS HIDUP GULMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI SITE-SPECIFIC. Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 16(1), 1–10. https://doi.org/10.33153/brikolase.v16i1.5815

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free