Abstract
Abstrak Perkawinan beda agama menjadi fenomena yang terus berkembang di masyarakat modern, termasuk dalam agama Katolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika sosial-religius dalam perkawinan beda agama serta mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh pasangan Katolik, baik suami maupun istri, dalam mempertahankan identitas keagamaan mereka. Studi ini difokuskan pada umat Katolik di Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan beda agama menimbulkan tantangan signifikan dalam kehidupan beragama, termasuk dalam praktik ibadah, pendidikan anak, dan interaksi sosial dengan keluarga besar. Untuk menghadapi tantangan ini, pasangan beragama Katolik menerapkan berbagai strategi, seperti membangun komunikasi terbuka dengan pasangan, menegosiasikan aturan terkait ibadah, serta melibatkan anak-anak dalam kegiatan gerejawi sejak dini. Selain itu, dukungan dari Gereja Katolik menjadi faktor penting dalam membantu pasangan mempertahankan identitas keagamaan mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan pasangan non-Katolik menjadi elemen kunci dalam menjaga keharmonisan keluarga mereka. Meskipun menghadapi berbagai dinamika, pasangan Katolik di Paroki Maria Tak Bernoda Kepanjen menunjukkan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai iman mereka dalam kehidupan keluarga secara adaptif dan inklusif. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya dukungan pastoral dan penguatan komunitas bagi pasangan beda agama dalam mempertahankan identitas religius mereka.
Cite
CITATION STYLE
Derung, T. N. (2025). STRATEGI SUAMI ATAU ISTRI KATOLIK UNTUK MEMPERTAHANKAN IDENTITAS KEAGAMAAN DI PAROKI MARIA TAK BERNODA KEPANJEN. Jurnal Pelayanan Pastoral, 15–25. https://doi.org/10.53544/jpp.v6i1.692
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.