EKSISTENSI KAUM TERTAHBIS dalam Perspektif Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan

  • Situmorang S
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam Gereja Katolik, keberadaan dan peran kaum tertahbis (diakon, imam, uskup) termasuk sesuatu yang sangat essensial dan fundamental. Pemahaman akan eksistensi dan hakikat imamat khusus ini mesti didasarkan pada Kitab Suci, khususnya Perjanjian Baru dalam konteks pelayanan terhadap komunitas Kristen dan karya missioner Gereja yang begitu pesat. Para Bapa Apostolik mulai merefleksikan pendekatan tipologis atas imamat Perjanjian Lama untuk berbicara tentang imamat pelayan Perjanjian Baru. Konsep imamat kaum tertahbis pun semakin bercorak hirarkis. Para Bapa Gereja (Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan) mengajak kaum tertahbis, sebagai alter Christus, untuk menghayati imamat Kristus yang tunggal dan lestari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Situmorang, S. (2021). EKSISTENSI KAUM TERTAHBIS dalam Perspektif Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan. LOGOS, 18(1), 63–80. https://doi.org/10.54367/logos.v18i1.1177

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free