Abstract
Dalam Gereja Katolik, keberadaan dan peran kaum tertahbis (diakon, imam, uskup) termasuk sesuatu yang sangat essensial dan fundamental. Pemahaman akan eksistensi dan hakikat imamat khusus ini mesti didasarkan pada Kitab Suci, khususnya Perjanjian Baru dalam konteks pelayanan terhadap komunitas Kristen dan karya missioner Gereja yang begitu pesat. Para Bapa Apostolik mulai merefleksikan pendekatan tipologis atas imamat Perjanjian Lama untuk berbicara tentang imamat pelayan Perjanjian Baru. Konsep imamat kaum tertahbis pun semakin bercorak hirarkis. Para Bapa Gereja (Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan) mengajak kaum tertahbis, sebagai alter Christus, untuk menghayati imamat Kristus yang tunggal dan lestari.
Cite
CITATION STYLE
Situmorang, S. (2021). EKSISTENSI KAUM TERTAHBIS dalam Perspektif Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan. LOGOS, 18(1), 63–80. https://doi.org/10.54367/logos.v18i1.1177
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.