Merangkai Kembali Habitat Orang Utan Morio di Bentang Alam Wehea-Kelay

  • Tri Atmoko
  • Edy Sudiono
  • Mohamad Arif Rifqi
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Habitat orang utan morio (Pongo pygmaeus morio) pada awalnya adalah hamparan hutan tropis dataran rendah Borneo yang kom pak dengan sumber pakan buah-buahan yang melimpah. Hanya sungai besar, gunung tinggi dan terjal yang menjadi pembatas antar populasi saat itu. Sayangnya, saat ini berbagai aktivitas manusia telah me-ngubah bentang alami tersebut dan menyebabkan populasi orang utan saling terpisah dan terisolasi satu dengan lainnya. Pengelolaan skala bentang alam melalui konsep kawasan ekosistem esensial ditujukan untuk merangkai kembali habitat yang tercerai-berai dan memberikan harapan baru kehidupan orang utan yang lebih baik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tri Atmoko, Edy Sudiono, & Mohamad Arif Rifqi. (2023). Merangkai Kembali Habitat Orang Utan Morio di Bentang Alam Wehea-Kelay. In Mengenal Lebih Dekat Satwa Langka Indonesia dan Memahami Pelestariannya. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.602.c626

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free