Abstract
Penelitian ini mengembangkan prototipe light trap, alat perangkap hama padi yang efektif dan ramah lingkungan. Penggunaan Light Trap diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kesuburan tanah, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Alat ini dirancang berbentuk tiang setinggi 2,5 meter, dilengkapi dua lampu berwarna ungu dan biru, serta wadah penampung hama di bagian bawahnya. Light Trap ini menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dengan tiga sensor utama: sensor level air, sensor magnet (hall effect sensor), dan modul GPS. Sistem dijalankan oleh mikrokontroler ESP32, panel surya sebagai sumber energi, serta koneksi Wi-Fi untuk mendukung sistem IoT. Output sistem meliputi buzzer sebagai indikator suara, LED sebagai indikator visual, serta notifikasi melalui aplikasi Telegram untuk pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time. Dengan teknologi IoT, Light Trap ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penangkapan hama padi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan pestisida. Implementasi IoT memungkinkan alat bekerja secara otomatis dan memberikan pemantauan yang berkelanjutan, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mengendalikan populasi hama padi secara berkelanjutan.
Cite
CITATION STYLE
Sukma Wahyuni, E., Raihan, M., Elsya Ammar Radifan, U., & Firdaus, F. (2024). Implementasi IoT pada Light Trap untuk Efisiensi Pengendalian Hama Padi Secara Real-Time. Proceedings of the National Conference on Electrical Engineering, Informatics, Industrial Technology, and Creative Media, 4(1), 95–104. https://doi.org/10.20895/centive.v4i1.335
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.