Sejarah Madzhab Qira’at Ashim Riwayat Hafs Di Nusantara; Tinjauan Historis Kritis

  • Malik M
N/ACitations
Citations of this article
70Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ragam bacaan (qira’at) al-Qur’an sudah ada sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad di Mekkah. Akan tetapi qira’at ini mulai dipergunakan saat nabi sudah berada di Madinah. Saat menyampaikan wahyu yang telah diterimanya, nabi selalu menggunakan bacaan yang sesuai dengan kemampuan para sahabat yang hadir pada saat itu. Sehingga kemampuan sahabat dalam membaca al-Qur’an juga bervariasi, tergantung berapa macam bacaan (qira’at) yang telah ia dapatkan dari Rasulullah. Akibatnya, ragam qira’at yang berkembang di setiap daerah mengalami perbedaan. Sesudah Rasulullah wafat, para sahabat semakin giat menyebarluaskan al-Qur’an dengan mendirikan madrasah-madrasah di sekitar tempat mereka bermukim. Sehingga, tidak mengherankan apabila setelah generasi sahabat, muncul para ahli qira’at di kalangan tabi’in, salah satunya: Madzhab qira’at Ashim riwayat Hafsh yang merupakan qira’at atau bacaan yang di gunakan untuk membaca al-Qur’an di Nusantara

Cite

CITATION STYLE

APA

Malik, M. A. (2022). Sejarah Madzhab Qira’at Ashim Riwayat Hafs Di Nusantara; Tinjauan Historis Kritis. Jurnal AlifLam: Journal of Islamic Studies and Humanities, 3(1), 22–36. https://doi.org/10.51700/aliflam.v3i1.431

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free