HEGEMONI GRAMSCI DALAM NOVEL SURAT CINTA DARI BIDADARI SURGA KARYA AGUK IRAWAN

  • Sa'adah L
  • Mustofa M
  • Sukowati I
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berdasarkan analisis kualitatif deskriptif yang telah dilakukan, disusun simpulan sebagai berikut; Bentuk hegemoni yang terdapat dalam novel Surat Cinta dari Bidadari Surga karya Aguk Irawan yakni hegemoni total dan hegemoni merosot. Kedua bentuk hegemoni tersebut dapat diketahui dari uraian subbab-subbab berikut; penderitaan, hujatan dan kekerasan yang dialami para tokoh. Untuk data selengkapnya mengenai bentuk hegemoni dimuat di lampiran satu tabel data hegemoni. Jenis hegemoni menurut Gramsci terdiri atas dua yaitu, hegemoni yang disadari (kekerasan), dan hegemoni yang tidak disadari (persuasi) selain itu, merujuk dalam buku Hegemoni Budaya Priyayi dan Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Indonesia karangan Dr. Wijaya Heru Santosa. Jenis hegemoni, yaitu: hegemoni pendidikan, hegemoni ekonomi, hegemoni soial budaya, hegemoni kekerasan. Ruang lingkup hegemoni terjadi dalam kehidupan Latifah yang kemudian meluas dalam kehidupan tokoh-tokoh tambahan lainya. Penyebab awal adalah diri Latifah yang terhegemoni penderitaan, cacian dan kekerasan hidup. Dampak hegemoni dalam novel Surat Cinta dari Bidadari Surga karya Aguk Irawan yang paling menonjol terjadi yaitu hegemoni yang dialami Latifah, hegemoni ekonomi dan kekerasan. Hegemoni yang selalu didapatkan Latifah dari orang-orang disekitarnya. Sehingga berdampak pada penderitaan, pendidikan, kekerasan atau penganiyaan, bahkan Latifah merasa dikucilkan oleh para tetangga, para pemuda dan juga orang tua Hamzah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan minat baca sastra yang lebih tinggi, dan mendapat pengetahuan lebih dalam mengenai kehidupan sosial dengan masyarakat sekitar.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sa’adah, L., Mustofa, M., & Sukowati, I. (2021). HEGEMONI GRAMSCI DALAM NOVEL SURAT CINTA DARI BIDADARI SURGA KARYA AGUK IRAWAN. EDU-KATA, 7(2), 156–165. https://doi.org/10.52166/kata.v7i2.2724

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free