Abstract
Kangean merupakan nama kepulauan di ujung timur Kabupaten. Tingkat pernikahan dini yang sangat tinggi menjadi salah satu pokok permasalahan reproduksi yang dihadapi daerah ini. Di kepulauan Kangean Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, Madura, terjadinya pernikahan dini itu karena masalah ekonomi keluarga terutama di keluarga calon mempelai wanita yang orang tuanya meminta laki-laki untuk segera menikahi anak perempuannya. Sehingga, dalam keluarga si perempuan akan berkurang satu anggota keluarga yang jadi tanggung jawab orang tua. Banyak masyarakat yang kurang paham akan akibat terjadinya pernikahan dini. Pernikahan dini memang efektif mencegah perbuatan zina, namun pernikahan dini justru rentan dengan perceraian, pernikahan dini membuat terhentinya pendidikan. Metode yang kami gunakan adalah metode kualitatif dan teknik pengumpulan data yang kami gunakan adalah wawancara dan kajian pustaka dengan menggunakan objek kajian pola kehidupan masyarakat di Desa Angkatan kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep. Tujuan dari penelitian ini adalah Menambah wawasan tentang pengaruh pernikahan dini terhadap pendidikan. Hasil penelitian kami dari 25 responden, kebanyakan dari mereka telah melakukan pernikahan dini karena keinginan orang tua sangat besar untuk menikahkan anaknya agar semakin berkurang tanggung jawabnya sebagai orang tua yang akan membiayai hidupnya, daerah ini sangat jauh dari perkotaan sehingga minim informasi mengenai akibat buruk dari pernikahan dini. akibat terhentinya pendidikan akan menyebabkan generasi muda kehilangan masa depan.
Cite
CITATION STYLE
Syafaa, M. Y. (2021). PENGARUH PERNIKAHAN DINI TERHADAP PENDIDIKAN DI DESA ANGKATAN KEPULAUAN KANGEAN MADURA. Journal Publicuho, 4(2). https://doi.org/10.35817/jpu.v4i2.18626
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.