Acceptance Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Makassar

  • Irsyandini D
  • Gismin S
  • Syarvia S
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kehadiran anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menimbulkan tantangan emosional yang memengaruhi kesejahteraan keluarga dan kualitas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penerimaan orang tua di Kota Makassar serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan lima partisipan yang memiliki anak dengan cerebral palsy, epilepsi, autisme, dan ADHD, dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa penerimaan berkembang bertahap melalui fase shock, kebingungan, penolakan, rasa bersalah, hingga penerimaan, dengan dukungan keluarga, komunitas sesama orang tua, dan keyakinan spiritual sebagai faktor utama. Penerimaan juga ditandai unconditional positive regard, empati, congruence, dan self-acceptance yang membantu adaptasi positif. Penelitian menyimpulkan bahwa penerimaan orang tua bersifat dinamis, dipengaruhi faktor internal-eksternal, serta berimplikasi penting bagi penguatan ketahanan keluarga dan penyusunan intervensi berbasis komunitas.

Cite

CITATION STYLE

APA

Irsyandini, D. P. M., Gismin, S. S., & Syarvia, S. (2025). Acceptance Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 5(2), 674–679. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i2.7784

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free