Clustering Dan Visualisasi Bentuk Kota Di Jawa Timur

  • Afrianto F
  • Hariyanto A
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Morfologi kota yang pada awalnya didasarkan pada ilmu geografi merupakan studi yang mempelajari tentang bentuk kota. Bentuk kota dihasilkan dari proses yang panjang dengan adanya campur tangan manusia. Perkembangan kota yang terus menerus tanpa adanya pengendalian akan mengakibatkan munculnya bentuk kota yang tidak beraturan, tidak kompak dan memiliki orientasi yang tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kota serta clustering bentuk-bentuk kota di Jawa Timur berbasis jaringan jalan sebagai sistem pelengkap utamanya. Identifikasi bentuk kota ditinjau dari tiga aspek meliputi compactness, sprawl dan orientation. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Batu mengalami urban sprawl paling tinggi dan Kota Blitar mengalami urban sprawl paling rendah. Hasil perhitungan Nearest Neighbor Index menunjukkan Kota Batu memiliki bentuk kekompakan kota yang paling rendah dan Kota Mojokerto memiliki bentuk kekompakan kota yang paling tinggi. Hasil perhitungan Z Score menunjukkan Kota Surabaya memiliki bentuk penyebaran kota yang paling rendah dan Perkotaan Magetan memiliki bentuk penyebaran kota yang paling tinggi. Nilai dari t-SNE menunjukkan empat klaster bentuk kota dengan tiga variabel memiliki korelasi yang kuat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Afrianto, F., & Hariyanto, A. D. (2022). Clustering Dan Visualisasi Bentuk Kota Di Jawa Timur. Jurnal Plano Buana, 2(2), 57–67. https://doi.org/10.36456/jpb.v2i2.5303

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free