BEYOND RELIGIOUS TOLERANCE: REFLECTING THE INTERFAITH WOMEN’S DIALOGUE

  • Manuain L
  • Suryaningsi Mila
  • Ivana Yunea Takoi
N/ACitations
Citations of this article
39Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

With its diversity in ethnicity and religion, some parts of Indonesia tend to be vulnerable to conflicts. This research aims to reveal the practice of religious tolerance and the active role of interfaith women in maintaining religious tolerance through daily dialogue. It emphasizes the significant participation of interfaith women in fostering religious tolerance. This study collected data from interfaith women in the Fatubesi subdistrict area of Kupang City using interviews and observation. The results show that interfaith women in Fatubesi, especially in the Oeba traditional market, live in harmonious and peaceful relationships. They have practiced the spirit of sisterhood and friendship in their daily encounters. Even though they are rarely involved in formal dialogue, women are active in a dialogue of life through daily interactions in informal spaces. They are connected in solidarity through openness, acceptance, respect, and helping one another. Furthermore, interfaith women are active peacekeepers through their activities of sharing food and other basic needs in their neighborhoods and during their religious celebrations. Therefore, the activism of interfaith women in the Fatubesi area is a practice that goes beyond religious tolerance.Dengan keragaman etnis dan agama, beberapa wilayah di Indonesia cenderung rentan terhadap konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik toleransi beragama dan peran aktif perempuan lintas agama dalam menjaga toleransi beragama melalui dialog sehari-hari. Penelitian ini menekankan pada partisipasi perempuan lintas agama yang signifikan dalam membina toleransi beragama. Penelitian ini mengumpulkan data dari perempuan lintas agama di wilayah Kecamatan Fatubesi, Kota Kupang, dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan lintas agama di Fatubesi, khususnya di pasar tradisional Oeba, hidup dalam hubungan yang rukun dan damai. Mereka telah mempraktikkan semangat persaudaraan dan persahabatan dalam perjumpaan sehari-hari. Meskipun mereka jarang terlibat dalam dialog formal, para perempuan aktif dalam dialog kehidupan melalui interaksi sehari-hari di ruang-ruang informal. Mereka terhubung dalam solidaritas melalui keterbukaan, penerimaan, rasa hormat, dan saling membantu. Selain itu, perempuan lintas agama adalah penjaga perdamaian yang aktif melalui kegiatan berbagi makanan dan kebutuhan dasar lainnya di lingkungan mereka dan selama perayaan keagamaan mereka. Oleh karena itu, aktivisme perempuan lintas agama di daerah Fatubesi merupakan praktik yang melampaui toleransi beragama

Cite

CITATION STYLE

APA

Manuain, L. M. M., Suryaningsi Mila, & Ivana Yunea Takoi. (2024). BEYOND RELIGIOUS TOLERANCE: REFLECTING THE INTERFAITH WOMEN’S DIALOGUE. Penamas, 37(1), 1–14. https://doi.org/10.31330/penamas.v37i1.743

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free