Abstract
Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan khususnya pengolahan air limbah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin dimana IPAL sering kali mengalami beban puncak akibat dari peningkatan debit air limbah. Penelitian ini dilakukan pada IPAL RSUD Ulin di Banjarmasin Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah menentukan efisiensi dari kinerja pengolahan air limbah dimana proses yang terjadi dengan menggunakan conventional activated sludge yang dimodifikasi dengan penambahan media bola plastik di kolam aerasi sebagai attached growth media berkembang biaknya mikroorganisme pengurai air limbah. Metode pengumpulan data yang digunakani adalah dengan menganalisa LHU bulanan selama tahun 2020, dimana dari hasil uji Analisa Lab dari influen dan effluent IPAL tersebut dapat ditentukan efisiensi kinerja IPAL pada parameter baku mutu air limbah sesuai dengan PerMenLHK No. 68 Tahun 2016, hasil dari data analisa tersebut diidentifikasi parameter apa saja yang mempunyai tingkat efisiensi paling tinggi. Hasil uji Analisa Lab terhadap parameter BOD, COD, TSS dan Ammoniak, efisiensi rata-rata dari kinerja IPAL terdapat pada parameter Ammoniak sebesar 80,1%, TSS 79%, BOD 67,29% dan COD 67,28%. Efisiensi tertinggi 100 % di bulan Mei untuk parameter TSS dan Ammoniak, sedangkan untuk parameter BOD dan COD sebesar 91,6% dan 91,7% di bulan Juni.Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan khususnya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan seingkali terjadi karena terbentuknya beban puncak dari peningkatan debit air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efisiensi dari kinerja pengolahan air limbah pada IPAL RSUD Ulin yang menggunakan conventional activated sludge dengan penambahan media bola plastik di kolam aerasi sebagai attached growth media berkembang biaknya mikroorganisme pengurai air limbah. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis laporan hasil uji (LHU) kualitas air limbah bulanan pada influen dan effluent IPAL selama tahun 2020, sehingga dapat ditentukan penyisihan polutan tertinggi untuk parameter baku mutu air limbah pada IPAL sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan rata-rata yang ditunjukkan oleh IPAL untuk ammonia, TSS, BOD, dan COD masing-masing sebesar 80,10%; 79,00%; 67,29%; dan 67,28%. Efisiensi tertinggi mencapai 100 % ditemukan pada TSS dan ammonia pada bulan Mei, sedangkan untuk BOD dan COD sebesar 91,60% dan 91,70% pada bulan Juni.
Cite
CITATION STYLE
Alim, M. S., & Noor, R. (2022). EFISIENSI REMOVAL BOD PADA CONVENTIONAL ACTIVATED SLUDGE TERMODIFIKASI ATTACHED GROWTH MEDIA DI IPAL RSUD ULIN. Barometer, 7(1), 44–52. https://doi.org/10.35261/barometer.v7i1.5557
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.