Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam

  • Yola Septia Utami
  • Febrianto R
  • Sari N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisishubungan antara birokrasi dan kebijakan pendidikan Islam dan untuk mengkaji sejauh mana nilai-nilai etika Islam berkontribusi pada implementasi kebijakan pendidikan yang efektif. Dalam konteks negara modern, birokrasi merupakaninstrumen penting dalam mengatur tata kelola lembagapendidikan melalui struktur administrasi hukum dan prosedural. Namun, realitas penerapan kebijakan pendidikanIslam di Indonesia menunjukkan kesenjangan yang terus-menerus antara cita-cita kebijakan dan kondisi aktual di lapangan, yang ditandai dengan tumpang tindih regulasi, hierarki yang panjang, kompetensi PNS yang lemah, transparansi minimal, dan integritas birokrasi yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, meninjau literatur ilmiah yang relevan untuk mengeksplorasikonsep birokrasi modern, birokrasi dari perspektif Islam, dan temuan penelitian sebelumnya tentang praktik kebijakanpendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas kebijakan pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas birokrasi sebagai perumus, pelaksana, dan pemantaukebijakan. Birokrasi yang profesional, responsif, dan terintegrasi mampu menerjemahkan kebijakan ke dalampraktik pendidikan yang efektif. Sebaliknya, birokrasi yang lemah secara etis dan struktural merupakan hambatan utamabagi keberhasilan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwareformasi birokrasi dalam pendidikan Islam harus diarahkantidak hanya pada perbaikan teknis-administrasi, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan moral dan spiritual aparatusmelalui internalisasi nilai-nilai Islam seperti kepercayaan, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Dengan demikian, tata kelola pendidikan Islam diharapkan dapat menciptakansistem yang lebih bersih, lebih akuntabel, lebih efektif, dan lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.This study aims to analyze the problems of implementing Islamic education policies in Indonesia by highlighting the role of bureaucracy and the weak internalization of Islamic ethics in educational administration practices. The focus of the analysis is directed at the ineffectiveness of policy implementation, as indicated by overlapping regulations, hierarchical and sluggish bureaucratic structures, low integrity among bureaucratic actors, and a lack of transparency in the governance of Islamic education. This study employs a library research method by examining scholarly literature, policy documents, and relevant previous studies on bureaucracy and Islamic education policy. The findings reveal that the failure of Islamic education policy implementation is not solely caused by technical-administrative weaknesses but is also strongly influenced by ethical problems within the bureaucracy that are not fully grounded in Islamic values such as trustworthiness, justice, and responsibility. Therefore, this study emphasizes the importance of reforming the bureaucracy of Islamic education not only through structural efficiency but also through strengthening Islamic ethics as a moral foundation for educational governance. This study is expected to contribute conceptually to the development of more effective, integrity-based, and public-oriented Islamic education policies.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yola Septia Utami, Febrianto, R., Sari, N., Nugraha, H., Saputra, H., & Yumarni, A. (2025). Birokrasi dan Kebijakan Pendidikan Islam. Jurnal Staika: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan, 9(1), 24–35. https://doi.org/10.62750/ytfhwc89

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free