Abstract
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efektif dan praktis karena hanya memerlukan alat dan elektroda sederhana dalam penggunaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan arus pengelasan pada cairan pendingin terhadap hasil pengelasan material baja SS400. Penelitian ini menggunakan pengelasan SMAW dengan elektroda E6013 Ø2.6mm dan material baja SS400. Setelah dilakukan pengelasan, spesimen direndam dalam cairan pendingin yaitu dromus 10%, cairan pendingin radiator, dan oli SAE 40. Hasil penelitian proses pengelasan SMAW pada baja SS400 menunjukkan bahwa perendaman menggunakan oli SAE 40 menghasilkan kuat tarik tertinggi baik pada arus 80A maupun 90A yaitu masing-masing sebesar 28,79 kg/mm2 dan 28,22 kg/mm2. Sedangkan hasil uji lentur menunjukkan dua hasil yang berbeda yaitu pada arus 80A pengelasan imersi menggunakan pendingin radiator menghasilkan kuat lentur tertinggi sebesar 1067,77 kgf/mm2, sedangkan pada arus 90A pengelasan imersi menggunakan dromus menghasilkan kuat lentur tertinggi sebesar 1130,22 kgf/mm2. .
Cite
CITATION STYLE
Yanuar, S. F., Nely Ana Mufarida, & Moch. Arif Wibowo. (2024). Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400. ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur, 5(2), 117–125. https://doi.org/10.24127/armatur.v5i2.6301
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.