Abstract
Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian memegang peranan penting pada perekonomian nasional. Untuk mengimbangi semakin pesatnya laju pertumbuhan penduduk di Indonesia, maka usaha pertanian yang maju perlu digalakkan kawasan pertanian secara holistic. Dalam upaya membangun pertanian Indonesia agar secara kualitas dan kuantitas produk pertanian dapat ditingkatkan maka perlu peran pemerintah dalam hal kebijakan pertanian guna pencapaian dan pemerataan swasembada pangan nasional. Pembangunan pertanian merupakan sektor yang diutamakan terkait dengan kesejahteraan petani. Hal ini dapat diupayakan dengan dua metode yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi pertanian yaitu pengolahan lahan pertanian yang ada dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan berbagai prasarana dan sarana produksi yang ada. Ekstensifikasi pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian baru. Ekstensifikasi dapat dilakukan dengan membuka hutan untuk lahan pertanian baru, mengelola semak belukar, tanah sekitar rawa-rawa untuk pertanian dan daerah pertanian lain yang belum dimanfatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rekomendasi strategi pengembangan rantai pasok komoditi padi di daerah penelitian. Pelaksanaan penelitian Rantai Nilai dilakasanakan pada bulan Juli s.d. September 2021 di 7 Daerah Irigasi (D.I) potensial di Kabupaten Jombang dalam lima kecamatan. Dalam upaya mencapai tujuan penelitian, kajian ini menggunakan kombinasi metode penelitian antara kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Narasumber adalah petugas dan pihak-pihak yang terkait dengan aktivitas alur kegiatan rantai pasok dan rantai nilai serta penentuan strategi usaha tani. Metode analisis data juga dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif Analisa SWOT dan Fishbon sebagai pengembangannya. Teknik analisa data yang sesuai dengan penelitian di Dinas Pertanian ini adalah dengan Analisa SWOT yaitu metode menganalisa permasalahan dengan pengkajian tentang suatu konsep strategi dengan menentukan faktor kekuatan (Strenght), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat) sehingga faktor tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan strategi internal dan eksternal. Strategi yang perlu dilakukan adalah efisiensi usaha tani dari hulu sampai hilir, perluasan dan penguatan pasar luar daerah, penguatan sarana prasarana pada lembaga petani dan perbaikan kesuburan tanah untuk menjaga kelestarian alam. Selain itu kemitraan dengan palaku usaha pertanian lain untuk bersinergi juga diperlukan ditunjang dengan kemitraan dengan palaku usaha pertanian lain untuk bersinergi, mengembangkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan serta optimalisasi pemanfaatan potensi lokal.
Cite
CITATION STYLE
Priono, R., & Syaiful Amal, A. (2022). Strategi Pengembangan Rantai Pasok (Supply Chain) Dan Rantai Nilai (Value Chain) Komoditi Padi (Oryza Sativa) Di Kabupaten Jombang (Studi Kasus Di Kabupaten Jombang). Seminar Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur, 2(1). https://doi.org/10.22219/skpsppi.v3i1.5026
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.