Abstract
The problem faced by the "Sida Maju 1" and "Tangkas Farmers" in Binangun Village is the handling of waste that is not handled properly because the maintenance process is only piled up and of course causes environmental pollution. The purpose of this activity is to utilize the business waste belonging to the group members into a renewable energy source in the form of biogas. The method used is a consultation method that begins with an approach, then is given counseling, training and coaching and finally continuous evaluation and monitoring from the program implementer. The results of this activity are (1) knowledge, attitudes and skills to become livestock in terms of utilizing bio gas dung which can be seen from the increase in the post test value compared to the pretest by 81%; (2) the biogas produced can light the stove for 7 minutes. The conclusion of this activity is the skills of farmers in utilizing waste into useful materials. Suggestions that can be submitted is to increase the population of goats owned by members so that the volume of gas produced is greater so that its utilization is more optimal.  Keywords: goat manure, bio gasMasalah yang dihadapi kelompok Tani Ternak “Sida Maju 1†dan “Tangkas di Desa Binangun adalah adalah penanganan limbah yang belum tertangani dengan baik karena limbah yang dihasilkan dari proses pemeliharaan hanya ditumpuk dan tentu saja menyebabkan pencemaran lingkungan.    Tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan limbah usaha peternakan kambing milik anggota kelompok tersebut menjadi sumber renewable energy berupa biogas.  Metode yang digunakan adalah metode consulting yang diawali dengan pendekatan, kemudian diberikan penyuluhan, pelatihan dan pembinaan serta terakhir adanya evaluasi dan monitoring berkelanjutan dari pihak pelaksana program. Hasil kegiatan ini adalah (1) meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peternak dalam hal memanfaatkan kotoran kambing menjadi gas bio yang dapat dilihat dari penigkatan nilai post test dibandingkan pretest sebesar 81%; (2) biogas yang dihasilkan dapat menghidupkan kompor selama 7 menit. Kesimpulan kegiatan ini  adalah meningkatnya kemampuan peternak dalam memanfaatkan limbah menjadi bahan yang berguna. Saran yang dapat disampaikan adalah perlu penambahan populasi ternak kambing yang dimiliki anggota agar volume gas yang dihasilkan lebih besar sehingga pemanfaatannya lebih optimal.  Kata kunci : kotoran kambing, gas bio
Cite
CITATION STYLE
Luthfi, S. A. C. L., Fitria, R., & Hindratiningrum, N. (2021). Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai Bahan Bakar Renewable (Gas Bio) untuk Menghindari Pencemaran Lingkungan di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Bulletin of Applied Animal Research, 3(2), 67–70. https://doi.org/10.36423/baar.v3i2.808
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.