PENENTUAN ALLOWABLE SPAN ANTAR PENYANGGA PIPA SLF BERDASARKAN TEGANGAN, DEFLEKSI, FREKUENSI ALAMI

  • Mahardhika P
N/ACitations
Citations of this article
54Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Industri minyak pelumas merupakan industri yang berkembang pesat. Proses pengolahan industri minyak pelumas ada 3 tahapan proses yaitu Pre-flash, Thermal de-asphalthing dan Hydrofinishing. Proses hydrofinishing dibagi menjadi 3 produk oli yaitu Spindel Lube Fraction, High Lube Fraction, Light Lube Fraction. Di industri minyak pelumas terdapat sistem perpipaan SLF (Spindel Lube Fraction). Spindel Lube Fraction dari pompa menuju kondensor. Pipa dan fluida memiliki berat sehingga memerlukan penyangga. Maksimum jarak yang diijinkan antara penyangga pipa dibatasi 3 faktor utama yaitu tegangan tekuk, defleksi vertikal, dan frekuensi alami. Pipa yang terhubung dengan pompa (Pulsation line) harus memiliki frekuensi alami lebih dari 8 cps. Penelitian bertujuan untuk menentukan maksimum jarak yang diijinkan penyangga pipa dengan perhitungan berdasarkan batasan tegangan, defleksi, dan frekuensi alami. Maksimum jarak yang diijinkan antara penyangga pipa sebesar 9,18 ft (2800 mm) dan pipa memiliki frekuensi alami sebesar 14,41 cps. Jumlah penyangga yang dibutuhkan pada jalur pipa Spindel Lube Fraction yaitu 11 buah penyangga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mahardhika, P. (2017). PENENTUAN ALLOWABLE SPAN ANTAR PENYANGGA PIPA SLF BERDASARKAN TEGANGAN, DEFLEKSI, FREKUENSI ALAMI. Jurnal IPTEK, 21(2), 27. https://doi.org/10.31284/j.iptek.2017.v21i2.149

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free