Abstract
Satu kajian telah dijalankan untuk menentukan efek aktivitas pertambangan timah pada kelimpahan dan keragaman serangga dan memilih/menyaring kelompok taksonomi potensial sebagai kandidat potensial bagi bioindikator lingkungan yang baik. Pengambilan contoh dilakukan pada 28 Mei−12 Juni 2008 pada empat stasiun. Dua stasiun ditempatkan dalam daerah pertambangan (stasiun B1 dan B2) sementara dua stasiun control ditempatkan di sekitar daerah hutan lindung (stasiun B3 dan B4). Pengambilan contoh menggunakan empat metode uji perangkap piring kuning, perangkap lekat, perangkap cahaya, jarring sapuan, dan perangkap lubang. Sejumlah 3850 individu serangga memiliki 110 suku dan 493 morfospesies telah diidentifikasi, dan Lepidoptera ditemukan merupakan ordo serangga terbesar yang mewakili jumlah tertinggi. Aktivitas pertambangan telah mengakibatkan keragaman dan kelimpahan serangga terganggu dibandingkan dengan daerah hutan lindung. Terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) faktor-faktor abiotik (pH, humus tanah, kelembapan relatif dan suhu udara) terhadap kelimpahan serangga. Jumlah morfospesies terbesar adalah pada suku Noctuidae, sedangkan individu paling melimpah adalah suku Formicidae. Sebanyak 18 suku telah diikenal berpotensi sebagai biopenunjuk yaitu: Culicidae, Syrphidae, Tipulidae, Alydidae, Cicadellidae, Formicidae, Gelechiidae, Arctiidae, Nymphalidae, Pteroporidae, Cosmopterigidae, Drepanidae, Geometridae dan Noctuidae, Aeschinidae, Libellulidae, Tetrigidae dan Tridactylidae.Kata kunci: Keragaman, kelimpahan, bekas tambang, serangga, biopenunjuk
Cite
CITATION STYLE
Sulaiman, N., Sary, N., & Abdullah, M. (2013). Diversity and Abundance of Insects as Bioindicators of the Environmental Impacts of Tin Mining in Bangka Island, Indonesia. Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati. https://doi.org/10.24002/biota.v17i3.143
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.