NILAI-NILAI DALAM TRADISI LISAN GENDING MЀMЀJRA DI DESA ADAT SUKAWANA KINTAMANI BANGLI

  • Murniasih N
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstractSukawana Traditional Village as Bali Mula Village has a variety of unique cultures, one of which is oral literature, namely Gending Méméjra. Gending Méméjra is a sacred hymn belonging to the oral tradition. When viewed from the existence of literature in Bali, this gending is included in traditional literature that is sacred, because it functions as an accompaniment to religious ceremonies. As an oral tradition, many do not know the existence of gending, especially this gending is only sung to coincide with the posa ceremony which is held once a year. As a sacred tradition, the existence of gending is used as a guide for the community in living life. There are several values contained in it that should be known by the general public. From this, the purpose of this study is to values contained in each Gending Méméjra lyrics and determine the existence of Gending Méméjra. The results of this study show that Gending Méméjra still exists today, shown by the enthusiasm of the community singing gending. This gending is used as a tool to summon ancestral spirits to come during the posa ceremony and functions as a welcoming song and accompaniment to ancestral spirits present at the posa procession. In addition to storing religious values, this gending also stores social values, cultural preservation, and as a means of maintaining the Balinese language and as wll as being used as medium of entertainmet. Keywords: values, oral tradition, gending méméjra ABSTRAKDesa Adat Sukawana sebagai Desa Bali Mula memiliki berbagai budaya unik, salah satu bentuknya berupa sastra lisan yakni Gending Méméjra. Gending Méméjra merupakan nyanyian sakral yang tergolong dalam tradisi lisan. Jika dilihat dari keberadaan sastra di Bali, gending ini termasuk dalam sastra tradisional yang bersifat sakral, karena difungsikan sebagai pengiring upacara Agama. Sebagai tradisi lisan banyak yang tidak mengetahui keberadaan gending, terlebih gending ini hanya dinyanyikan bertepatan pada upacara Posa yang dilangsungkan setiap tahun sekali. Sebagai tradisi sakral keberadaan gending ini dijadikan pedoman masyarakat dalam menjalani kehidupan. Terdapat beberapa nilai yang terkandung didalamnya yang patut untuk diketahui oleh masyarakat umum. Dari hal tersebut tujuan dari penelitian ini untuk nilai-nilai yang terkandung disetiap lirik serta mengetahui keberadaan Gending Méméjra diera sekarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa selain menyimpan nilai religi gending ini juga menyimpan nilai sosial, pelestarian budaya, dan sebagai sarana pemeliharaan bahasa Bali serta sebagai media hiburan. Ditengah perkembangan teknologi seperti sekarang, keberadaan Gending Méméjra masih dijaga kelestarianya. Kata Kunci: nilai, tradisi lisan, gending méméjra

Cite

CITATION STYLE

APA

Murniasih, N. L. (2023). NILAI-NILAI DALAM TRADISI LISAN GENDING MЀMЀJRA DI DESA ADAT SUKAWANA KINTAMANI BANGLI. Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa Dan Sastra, 13(2), 189–200. https://doi.org/10.25078/kalangwan.v13i2.2873

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free