MEMBAYANGKAN BANDUNG DALAM SATU DASAWARSA PASCA-KONFERENSI ASIA AFRIKA: KONEKTIVITAS GLOBAL, MODERNITAS, DAN PERUBAHAN SOSIAL (1955-1965)

  • Wulandari A
N/ACitations
Citations of this article
46Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1955 di Bandung memiliki dampak yang sangat luas. Bagi Indonesia, KAA memberikan warisan posisi yang terhormat dalam diplomasi pascakolonial, khususnya di Asia dan Afrika atau “Dunia Ketiga”. Namun demikian, dampak konferensi ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia secara umum. Konferensi ini juga mengubah citra Bandung yang merupakan kota penyelenggaraan konferensi. Oleh karena itu, kajian ini membahas kondisi Kota Bandung dan masyarakatnya pasca-KAA. Kajian ini disusun menggunakan metode sejarah yang memanfaatkan arsip, majalah, dan surat kabar sebagai sumber primer. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pasca-KAA, Bandung bertransformasi menjadi “Kota Konferensi Internasional”, diikuti oleh pembangunan dan terbentuknya citra Bandung sebagai kota politik global sehingga kota ini juga menjadi ruang terkoneksinya aktor politik global. Ironisnya, prestasi dan modernitas ini justru diikuti oleh perubahan sosial yang menunjukkan sisi lain Kota Bandung. Berbagai masalah sosial dan ekonomi meluas di kota ini mulai dari kemiskinan hingga degradasi moral.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wulandari, A. (2021). MEMBAYANGKAN BANDUNG DALAM SATU DASAWARSA PASCA-KONFERENSI ASIA AFRIKA: KONEKTIVITAS GLOBAL, MODERNITAS, DAN PERUBAHAN SOSIAL (1955-1965). JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA, 7(2), 251–280. https://doi.org/10.36424/jpsb.v7i2.273

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free