Konflik Sosial Keagamaan Dimasa Pandemi Covid-19

  • Azizah L
  • Nuruddin N
N/ACitations
Citations of this article
48Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Konflik sosial keagamaan dimasa pandemi Covid 19 yang terjadi karena dianggap tidak efektifnya kebijakan pemerintah yang menerapkan social distancing dan physical distancing untuk menjawab persoalan sosial keagamaan masyarakat. Maklumat MUI NTB No 14 tahun 2020 sebagai landasan hukum pemberlakuan social distancing dan physical distancing mengalami pergolakan yang sangat besar dikalangan masyarakat NTB, Lombok khususnya menunjukkan terjadinya konflik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sosial observasi tidak langsung, wawancara online dan dokumentasi secara online. Untuk analisis konflik kerangka teori yang digunakan adalah interaksionisme simbolik, guna menjelaskan akar konflik yang terjadi. Alat analisis yang digunakan adalah alat analisis ‘bawang merah’ dari Simon Fisher. Penelitian ini menemukan ketidak konsistensian MUI NTB dalam merespon pandemi Covid 19 dalam praktik-praktik keagamaan. Penelitian ini juga menemukan konflik yang terjadi berbentuk konflik realistis atau konflik yang terjadi karena ketidak sepahaman diantara masing-masing aktor konflik. Interpretasi berbeda terhadap maklumat MUI NTB yang dipengaruhi situasi sosial masing-masing aktor menjadi objek utama konflik. Penyelesaian yang dapat diupayakanpun tergantung bentuk konflik yang terjadi yakni konflik realistis diselesaikan dengan dialog dan musyawarah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Azizah, L., & Nuruddin, N. (2021). Konflik Sosial Keagamaan Dimasa Pandemi Covid-19. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 4(1), 94–108. https://doi.org/10.20414/sangkep.v4i1.2421

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free