Abstract
Latar Belakang: Perundungan merupakan bentuk perilaku menyimpang yang berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, emosional, dan psikologis anak, serta masih sering ditemukan di lingkungan sekolah. Pengganggu pada saat jam pelajaran serta kesejahteraan siswa maupun siswi merupakan salah satu dampak dari perundungan itu sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa mengenai perundungan di SD Negeri 5 Puhu, Payangan, Gianyar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 105 siswa dengan 93 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik probability sampling dengan stratified random sampling, dengan kriteria inklusi siswa-siswi kelas III-VI yang hadir di sekolah dan kriteria eksklusi siswa-siswi kelas III-VI yang tidak hadir pada saat penelitian berlangsung. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan mengenai perundungan dalam kategori cukup, yaitu sebanyak 76 siswa (81,7%), diikuti kategori kurang sebanyak 9 siswa (9,7%) dan kategori baik sebanyak 8 siswa (8,6%). Berdasarkan kelompok usia, siswa usia 8–10 tahun menunjukkan proporsi pengetahuan baik yang lebih tinggi dibandingkan siswa usia 11–12 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, siswa perempuan cenderung memiliki tingkat pengetahuan perundungan yang lebih baik dibandingkan siswa laki-laki, meskipun mayoritas responden pada kedua kelompok tetap berada pada kategori pengetahuan cukup. Kesimpulan: Hal tersebut menunjukan masih banyak anak-anak yang kurang infomasi mengenai perundungan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki anak-anak perlu diberikan edukasi yang komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi dalam program kesehatan sekolah untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman serta bebas perundungan.Background: Bullying is a maladaptive behavior that negatively affects children’s physical, emotional, and psychological development and remains prevalent in school settings. This behavior may interfere with classroom learning activities and compromise students’ overall well-being. Objective: This study aimed to assess the level of students’ knowledge concerning bullying at SD Negeri 5 Puhu, Payangan, Gianyar. Methods: A quantitative descriptive study with a cross-sectional design was conducted. The study population comprised 105 students, of whom 93 were selected as respondents using probability sampling with a stratified random sampling technique. The inclusion criteria included students in grades III–VI who were present during data collection, while students who were absent at the time of the study were excluded. Results: The results showed that the majority of students had a moderate level of knowledge regarding bullying, with 76 students (81.7%), followed by a low level in 9 students (9.7%) and a good level in 8 students (8.6%). Based on age groups, students aged 8–10 years demonstrated a higher proportion of good knowledge compared to those aged 11–12 years. In terms of gender, female students tended to have a better level of knowledge about bullying than male students, although most respondents in both groups remained in the moderate knowledge category. Conclusion: The results suggest that a considerable proportion of students still lack sufficient knowledge about bullying. Therefore, comprehensive, continuous, and integrated educational interventions are needed within school health programs to improve students’ understanding and to promote a safe, supportive, and bullying-free school environment.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, S., & Sanjiwani, A. A. S. (2026). Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Mengenai Perundungan di SD Negeri 5 Puhu. Khatulistiwa Nursing Journal, 8(1), 253–264. https://doi.org/10.53399/knj.v8i1.431
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.