Mencegah Konflik Dalam Gereja Dengan Penerapan Prinsip-prinsip Pelayanan Berdasarkan Analisis Teologis Efesus 4:11-16

  • Georgina Menanga J
  • Rerung A
N/ACitations
Citations of this article
107Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Realitas sebuah komunitas seperti gereja tentu tidak akan terlepas dari yang namanya sebuah konflik. Gereja diisi oleh orang-orang yang memiliki latar belakang kehidupan berbeda-beda yang menjadi pemicu utama terciptanya sebuah konflik dalam sebuah komunitas. Melihat realitas masalah tersebut, tulisan ini dengan menggunakan metode kualitatif dan studi pustaka berdasarkan analisis teologis Efesus 4:11-16. Teks ini berisi dua hal penting bisa dijadikan dasar rekonsiliasi konflik di gereja: Pertama: Paulus menasihati jemaat yang ada di Efesus agar memiliki kesatuan iman. Kesatuan iman di sini harus dibaca sebagai sebuah kesetaraan dan tidak dibeda-bedakan. Tidak ada yang harus dilupakan, semua orang harus diperlengkapi, dibangun, dinasehati, karena satu dalam sebuah persekutuan. Kedua: Paulus mengatakan bahwa ketika jemaat di Efesus telah mencapai kesatuan iman, maka jemaat telah memperoleh kedewasaan penuh di dalam Kristus. Kedewasaan iman ini akan membuat jemaat untuk terus melangkah maju dengan terus mengedepankan kesatuan komunitas dan menghindari hal-hal yang akan memicu konflik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Georgina Menanga, J., & Rerung, A. E. (2023). Mencegah Konflik Dalam Gereja Dengan Penerapan Prinsip-prinsip Pelayanan Berdasarkan Analisis Teologis Efesus 4:11-16. Skenoo : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 41–53. https://doi.org/10.55649/skenoo.v3i1.43

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free