Abstract
Anak usia dini secara alami menyukai aktivitas gerak ritmik dan dinamis, seperti seni tari, yang terbukti mampu merangsang perkembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosional mereka. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan pengalaman sensorik langsung, gerak tari memberikan ruang eksplorasi dan pembelajaran konkret sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dan observasi lapangan untuk menggambarkan strategi pembelajaran berbasis gerak tari di PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran melalui demonstrasi, penggunaan musik anak, improvisasi gerak, integrasi tema pembelajaran, dan pemberian penguatan positif dapat meningkatkan keterlibatan dan perkembangan anak secara holistik. Selain sebagai sarana ekspresi dan eksplorasi diri, seni tari juga menjadi media pelestarian budaya serta alat asesmen informal bagi guru. Oleh karena itu, penting bagi pendidik dan pengelola PAUD untuk mengintegrasikan seni tari dalam kurikulum dan menyediakan dukungan berupa pelatihan serta pengembangan media pembelajaran yang kreatif guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini.
Cite
CITATION STYLE
Haryadi, R. (2025). Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini (AUD) Dengan Gerak Tari. MENTARI: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1). https://doi.org/10.60155/mentari.v5i1.640
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.