Perbandingan Metode Klasterisasi Data Bertipe Campuran: One-Hot-Encoding, Gower Distance, dan K-Prototype Berdasarkan Akurasi (Studi Kasus: Chronic Kidney Disease Dataset)

  • Fadilah Z
  • Wijayanto A
N/ACitations
Citations of this article
136Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode one-hot-encoding, Gower distance yang dikombinasikan dengan algoritma k-means, DBSCAN, dan OPTICS, serta k-prototype untuk pengelompokan data bertipe campuran. Dataset yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataset penyakit ginjal kronis (CKD) yang bersumber dari UCI Machine Learning Repository. Berdasarkan evaluasi dengan menggunakan indeks siluet, diketahui bahwa k-prototype dengan jumlah cluster k=2 merupakan metode clustering yang paling optimal karena memberikan nilai indeks siluet paling tinggi dibandingkan keempat metode lainnya, yaitu dengan nilai 0,3796. Cluster 1 berisi 175 observasi, sedangkan cluster 2 berisi 225 observasi. Jika dikaitkan dengan label pada dataset, hasil clustering memberikan nilai akurasi sebesar 81,25 persen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadilah, Z. R., & Wijayanto, A. W. (2023). Perbandingan Metode Klasterisasi Data Bertipe Campuran: One-Hot-Encoding, Gower Distance, dan K-Prototype Berdasarkan Akurasi (Studi Kasus: Chronic Kidney Disease Dataset). Journal of Applied Informatics and Computing, 7(1), 57–67. https://doi.org/10.30871/jaic.v7i1.5857

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free