PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU

  • Astuti Masdar
  • Indri Febriani
  • Sutria Desman
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bambu merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang mempunyai peluang besar untuk dikembangkan pada bangunan hijau. Kondisi ini dikarenakan bambu memiliki kharakteristik mekanik yang baik. Meskipun demikian, penggunaan bambu belum dapat dimaksimalkan karena sedikitnya informasi terkait desain struktur bambu termasuk geometri dari sambungannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jarak kritis baut pada sambungan bambu Gombong (Gigantochloa Pseudoarundinasea). Penelitian dilakukan secara eksperimental berdasarkan standar ISO N22157. Berdasarkan hasil penelitian didapat nilai rata-rata kadar air Bambu Gombong  memenuhi persyaratan pengujian kuat geser dan kuat tumpu yaitu kadar air < 15%. Nilai kuat geser rata-rata Bambu Gombong sebesar 5,89 MPa. Sedangkan rata-rata kuat tumpu Bambu Gombong adalah sebesar 36,47 MPa. Berdasarkan nilai kuat geser dan kuat tumpu dilakukan analisis terkait jarak baut pada sambungan bambu dan didapatkan jarak kritis baut pada sambungan Bambu Gombong dari ujung batang bambu tanpa ruas ke baut adalah sekitar 4,27 D atau 4,27 kali diameter baut. Hasil penelitian ini sangat penting sekali sebagai dasar dalam desain struktur sambungan bambu yang menggunakan baut sebagai alat sambungnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Astuti Masdar, Indri Febriani, Sutria Desman, Anita Dewi Masdar, & Ronny Junnaidy. (2024). PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU GOMBONG (GIGANTOCHLOA PSEUDOARUNDINASEA) BERDASARKAN KUAT GESER DAN KUAT TUMPU BAMBU. Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 8(1), 84–89. https://doi.org/10.31961/gradasi.v8i1.1391

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free