Di Bondowoso, prevalensi stunting bulan Februari 2019 mencapai 17,54% dari 45.002 balita. Stunting berkaitan erat dengan asupan gizi yang tidak adekuat, salah satunya adalah waktu pemberian MP ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan waktu pemberian MP ASI dengan status gizi berdasarkan tinggi badan pada balita di Bondowoso. Penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kontrol kasus. Jumlah populasi 46 balita dan sampel berjumlah 41 balita dengan teknik proportional random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner waktu pemberian MPASI, microtoise dan aplikasi z score. Hasil penelitian menunjukkan nilai balita dengan riwayat waktu pemberian MP ASI sesuai yaitu 56,1%, sedangkan 43,9 % balita dengan riwayat waktu pemberian MP ASI tidak sesuai. Balita usia 2-3 tahun yang memiliki tinggi badan normal sejumlah 56,1%, balita yang mengalami stunting sejumlah 43,9%. Hasil uji statistik korelasi rank spearman diperoleh p value 0,049 < α (0,05) dengan korelasi 0,310. yang berarti H0 ditolak atau artinya terdapat hubungan yang signifikan antara waktu pemberian MP ASI dengan status gizi berdasarkan tinggi badan balita usia. Diharapkan adanya pemberian edukasi yang menarik pada masyarakat tentang waktu pemberian MP ASI yang sesuai untuk mencegah terjadinya stunting pada balita.
CITATION STYLE
Syaiful Bachri. (2020). Pengaturan Waktu Pemberian Makanan Tambahan dengan Status Gizi Berdasarkan Tinggi Badan Balita. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 8(2), 104–111. https://doi.org/10.36858/jkds.v8i2.219
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.