Abstract
Penggunaan litium silikat hasil sintesis dari litium hidroksida dan silika sebagai konsolidan pada batubata telah dipelajari melalui uji pembuatan mortar. Litium silikat disintesis melalui proses sol gel pada temperatur70 �C dengan menggunakan bahan baku litium hidroksida (LiOH) dan fumed silica (SiO2) dengan rasio mol4:1. Konsolidasi dilakukan dengan cara mencampur serbuk batu bata dengan larutan litium silikat 10% b/v.Karakterisasi hasil konsolidasi dilakukan dengan penentuan komposisi kimia menggunakan X-ray Fluorescence(XRF) dan pengukuran kekerasan mortar dalam skala Mohs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litium silikatberhasil disintesis dengan rendemen 22,78% dan kadar Si (35,78�0,21)%. Kemampuan konsolidasi litium silikatpada batu bata ditunjukkan dengan sifat fisik mortar yang sama dengan batu bata sebelum dikonsolidasi. Sifatfisik tersebut meliput warna merah bata, kekerasan 2-3 skala Mohs di kisaran 0,61-1,49 GPa), dan kandungan Simeningkat 2,13% dibandingkan batu bata sebelum dikonsolidasi.
Cite
CITATION STYLE
. F., Cahyandaru, N., & . N. (2018). PENGGUNAAN LITIUM SILIKAT SEBAGAI KONSOLIDAN ANORGANIK PADA BATU BATA MELALUI UJI PEMBUATAN MORTAR. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 12(1), 24–28. https://doi.org/10.33374/jurnalkonservasicagarbudaya.v12i1.181
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.