Abstract
Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang harus dimiliki oleh siswa. Keterampilan ini identik dengan kemampuan siswa bekerja sama untuk memecahkan suatu hal secara bersama-sama. Rendahnya kemampuan kolaborasi akan mempengaruhi kehidupan sosial siswa baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya pendidikan untuk melatih keterampilan kolaborasi pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran, 2) aktivitas siswa, dan 3) keefektifan model SLH dan metode SGD dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Ponorogo pada siswa kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan tipe eksperimen. Data diperoleh melalui lembar observasi. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa 1) keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa selama pembelajaran menggunakan model SLH dan metode SGD berada pada kategori sangat baik. 2) Berdasarkan analisis uji T (Two Tailed) dengan menggunakan SPSS diperoleh nilai P-value sebesar 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model SLH dan metode SGD berpengaruh terhadap kemampuan kolaborasi siswa. Hasil uji skor n-Gain menunjukkan nilai rata-rata 59,07% pada kelas eksperimen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model SLH dengan metode SGD cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas VII MTsN 1 Ponorogo.
Cite
CITATION STYLE
JAHRO, S. M. (2022). The Effectiveness of the Susan Loucks-Horsley Model and the Small Group Discussion Method on Collaboration Skill. Annual International COnference on Islamic Education for Students, 1(1). https://doi.org/10.18326/aicoies.v1i1.316
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.