Abstract
Desa Pengudang di Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, memiliki potensi ekosistem mangrove yang terjaga baik dan beragam sehingga strategis untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata berbasis masyarakat. Namun, pengelolaan yang selama ini berjalan masih terbatas pada aspek rekreasi sehingga nilai edukatif dan kontribusi ekonomi lokal belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat pengembangan eduwisata mangrove dengan meningkatkan kapasitas masyarakat, menyediakan sarana edukasi, dan mendorong inovasi produk berbasis sumber daya pesisir. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan melalui kuesioner, wawancara, dan FGD untuk memetakan potensi, hambatan, serta preferensi masyarakat, yang kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan kurikulum pelatihan mencakup modul ekologi mangrove dan lamun, penguatan bahasa Inggris wisata, serta praktik pengolahan produk dari rumput laut. Tahapan kegiatan dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi praktik, serta distribusi buku panduan lapang dan materi pendukung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang fungsi ekologis mangrove yang sebelumnya terbatas pada persepsi sebagai “pohon pantai” menjadi pemahaman lebih luas, meliputi perannya sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, dan habitat biota perairan. Pelatihan bahasa Inggris berbasis simulasi meningkatkan keterampilan komunikasi wisata meskipun masih ditemui kendala pelafalan, sementara integrasi teknologi digital, termasuk pemanfaatan ChatGPT, memperkuat efektivitas pembelajaran. Pada aspek ekonomi kreatif, pelatihan pengolahan rumput laut menghasilkan inovasi pie rumput laut sebagai produk kuliner khas dengan potensi ekonomi yang potensial. Keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, menjadi modal penting bagi keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini mampu mengintegrasikan aspek ekologis, edukatif, dan ekonomi kreatif, sehingga Desa Pengudang berpotensi berkembang sebagai model pengembangan eduwisata mangrove yang berkelanjutan.Pengudang Village in Teluk Sebong District, Bintan Regency, has a well-preserved and diverse mangrove ecosystem that has strategic potential to be developed as a community-based ecotourism destination. Current management remains limited to recreational aspects, while the educational value and contribution to the local economy have not been fully optimized. This community service program aimed to strengthen the development of mangrove educational tourism by enhancing community capacity, providing educational facilities, and encouraging innovation of products based on coastal resources. The method involved a needs assessment through questionnaires, interviews, and focus group discussions, which served as the basis for designing a training curriculum. The curriculum consisted of modules on mangrove and seagrass ecology, English for tourism, and seaweed-based product processing, supported by learning media such as field guidebooks, posters, and dialogue materials. The results showed an increase in community knowledge of the ecological functions of mangroves, which were previously perceived only as “coastal trees” but are now understood comprehensively as providing coastal protection, serving as carbon sinks, and offering habitats for aquatic biota. Simulation-based English training improved tourism communication skills, despite some pronunciation difficulties, while the integration of digital technology, including the use of ChatGPT, enhanced the learning process. Seaweed processing training resulted in the development of an innovative seaweed pie, a distinctive culinary product with promising economic potential. High community participation, particularly among young people, became an important social asset for program sustainability. The program demonstrated that integrating ecological, educational, and creative economic aspects could strengthen Pengudang Village as a model for sustainable mangrove-based educational tourism development.
Cite
CITATION STYLE
Andriyono, S., Wahyudi, I., Maradona, M., Kinasih, S. E., Hamida, L., Santoso, Y. H., … Pangestu, C. T. (2025). PENGUATAN EDUWISATA MANGROVE BERKELANJUTAN DI DESA PENGUDANG, KECAMATAN TELUK SEBONG, KABUPATEN BINTAN. Jurnal Abdi Insani, 12(11), 6476–6484. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v12i11.3276
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.