Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan dan implikasi pendekatan Dilemmas Stories pada materi Hidrolisis Garam dengan metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap soft skills siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA di salah satu SMA Negeri di Jakarta sebanyak 36 siswa. Penelitian dilaksanakan dari Februari hingga April 2015. Cerita dilema yang digunakan yaitu dilema penggunaan pupuk, Natrium Nitrit pada daging olahan, pemutih pakaian dan pemutih beras. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, reflektif jurnal, dan observasi kelas yang didukung oleh kuesioner CCVLES dengan indikator, yaitu: perasaan terkait cerita, isi cerita, dukungan guru, kerjasama, empati komunikasi, berpikir kritis, dan kimia kontekstual. Quality standards yang digunakan adalah credibility dengan menggunakan prolonged engagement, progressive subjectivity, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan telah tercapainya indikator dalam CCVLES. Selain itu, ditemukan soft skills lain sebagai implikasi dari pembelajaran yaitu motivasi, refleksi terhadap nilai-nilai, rasa ingin tahu, bertanggung jawab, dan berani berargumentasi. Implikasi kreativitas dirasakan siswa melalui output poster dan drama. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam penerapan pendekatan Dilemmas Stories perlu persiapan diantaranya: pelatihan guru, efisiensi waktu dan pemilihan materi yang tepat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Dilemmas Stories dapat diterapkan dalam pembelajaran kimia. Kata Kunci: Dilemmas Stories, Hidrolisis Garam, Thinking Aloud Pair Problem Solving, CCVLES
Cite
CITATION STYLE
Elfrida, E., Hadinugrahaningsih, T., & Rahmawati, Y. (2017). Studi Pendekatan Dilemmas Stories pada Materi Hidrolisis Garam dengan Metode Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS). JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia, 7(2), 91–100. https://doi.org/10.21009/jrpk.072.02
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.