Konseling REBT untuk Meningkatkan Self Love pada Pelaku Self-Harm

  • Salsabila Rahma
  • Jaoharul Husni
  • Dina Sulistiawati
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Menyakiti diri sendiri kini menjadi kebiasaan yang meluas di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Self-harm ini biasanya disebabkan oleh kurangnya rasa cinta pada diri sendiri. Orang dengan harga diri rendah atau kurang percaya diri mungkin melakukan tindakan menyakiti diri sendiri untuk mengatasi tekanan emosional dan mental yang mereka rasakan. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling REBT untuk meningkatkan self-love  pada orang yang melakukan self-harm Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan penelitian studi deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa konseling REBT efektif dalam membantu korban self-harm mengubah pola pikir mereka tentang harga diri, menerima cinta dari orang lain, dan lebih menghargai diri sendiri, sehingga meningkatkan rasa cinta diri mereka. Menyakiti diri sendiri kini menjadi kebiasaan yang meluas di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Self-harm ini biasanya disebabkan oleh kurangnya rasa cinta pada diri sendiri. Orang dengan harga diri rendah atau kurang percaya diri mungkin melakukan tindakan menyakiti diri sendiri untuk mengatasi tekanan emosional dan mental yang mereka rasakan. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling REBT untuk meningkatkan self-love  pada orang yang melakukan self-harm Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan penelitian studi deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa konseling REBT efektif dalam membantu korban self-harm mengubah pola pikir mereka tentang harga diri, menerima cinta dari orang lain, dan lebih menghargai diri sendiri, sehingga meningkatkan rasa cinta diri mereka. Menyakiti diri sendiri kini menjadi kebiasaan yang meluas di masyarakat, terutama di kalangan remaja. Self-harm ini biasanya disebabkan oleh kurangnya rasa cinta pada diri sendiri. Orang dengan harga diri rendah atau kurang percaya diri mungkin melakukan tindakan menyakiti diri sendiri untuk mengatasi tekanan emosional dan mental yang mereka rasakan. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling REBT untuk meningkatkan self-love  pada orang yang melakukan self-harm Penelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif dengan metode penelitian menggunakan penelitian studi deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa konseling REBT efektif dalam membantu korban self-harm mengubah pola pikir mereka tentang harga diri, menerima cinta dari orang lain, dan lebih menghargai diri sendiri, sehingga meningkatkan rasa cinta diri mereka.

Cite

CITATION STYLE

APA

Salsabila Rahma, Jaoharul Husni, Dina Sulistiawati, & Mumtadz Afridah. (2024). Konseling REBT untuk Meningkatkan Self Love pada Pelaku Self-Harm. Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(1), 61–73. https://doi.org/10.51339/isyrof.v6i1.1854

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free